Ingin Menghilangkan Rasa Sakit? Makanlah!
2/11/2009 10:10 AM
Apakah Anda merasa sakit atau nyeri di bagian tubuh? Cobalah
menggigit sebatang coklat atau mereguk segelas air. Sebab, menurut
penelitian terbaru, itu dapat meredakan rasa sakit Anda.
Ya, menurut para peneliti dari Chicago University, Amerika Serikat,
rasa senang yang timbul dari aktivitas makan dan minum dapat
mengalihkan rasa sakit di tubuh Anda.
Meski teori ini baru berhasil diuji coba pada hewan, para ilmuwan percaya bahwa hal yang sama dapat terjadi pada manusia.
Salah satu peneliti, Dr. Peggy Mason, menemukan tikus-tikus
eksperimen tak terlalu memedulikan rasa sakit pada tubuh mereka ketika
mereka mengasup cokelat cip atau meminum air.
“Efek yang timbul dari makan cokelat dan minum air sangat kuat, tapi
ini bukan berbicara mengenai rasa lapar dan haus,” jelasnya.
“Jika di depan mata Anda tersedia pelbagai jenis makanan yang lezat,
Anda tidak akan berhenti menyantapnya—untuk alasan apa pun!” tegas
Mason.
Apalagi, penelitian-penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa makan dapat mengurangi rasa sakit.
Bagaimana pun juga, penelitian terbaru yang dilansir oleh Journal of Neuroscience ini,
adalah satu-satunya penelitan yang memperlihatkan bahwa makanan dan
minuman dapat bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami—meski yang
bersangkutan sedang tidak merasa lapar atau haus.
Dalam eksperimen tersebut, tikus-tikus percobaan diberitakan
cokelat, air tawar mau pun yang sudah diimbuhi pemanis, sementara
lantai kandang mereka dipanaskan dengan bola lampu yang berada di
bawahnya.
Namun, alih-alih merasa panas dan mengangkat kaki mereka secepatnya,
tikus-tikus ini dengan santai justru menghabiskan makanan dan minuman
mereka.
Tidak ada bedanya apakah tikus-tikus itu menyantap cokelat atau
hanya meminum air tawar, mereka tetap menunjukkan reaksi yang sama.
Dengan demikian, ini membantahkan teori sebelumnya bahwa hanya makanan
yang minuman yang mengandung gula, yang dapat melindungi seseorang dari
rasa sakit.
“Percobaan ini membuktikan bahwa kalori tidak mempunyai hubungan
dengan menghilangnya rasa sakit pada obyek penelitian,” kata Mason.”Ait
tidak mengandung kalori, sakarin tidak mengandung gula, tapi keduanya
memiliki efek yang sama seperti cokelat cip. Ini sangat mengejutkan.”
Ketika percobaan itu diulangi, di mana kali ini tikus-tikus
percobaan dicecoki dengan kina—sejenis minuman pahit—, dengan cepat
para tikus itu mengangkat kaki mereka sama seperti ketika mereka sedang
tidak makan atau minum.
Dengan demikian, para ilmuwan yakin bahwa makanan dan minuman dapat
menghilangkan rasa sakit, hanya jika rasanya sesuai selera dan
menimbulkan kesenangan.
Menurut para peneliti, bagian otak yang dinamakan raphe magnus,
membantu menumpulkan rasa sakit pada saat seseorang sedang makan atau
minum—area yang sama di mana seseorang sedang tidur atau membuang air
besar mau pun kecil.
Di dalam penelitian sebelumnya, terungkap bahwa rasa sakit pada bayi
lantaran pemberian vaksin berkurang sedikit, saat mengasup minuman
bergula. Namun, Mason yakin bahwa penelitian teranyar ini dapat
menghentikan penggunaan manisan untuk anak-anak yang sedang berobat.
“Mencerna adalah penghilang rasa sakit, bukan gula,” imbuh Mason.
“Jadi, hentikan pemberian (permen) lollipop pada pasien anak-anak, dan
mulailah dengan segelas air.”
Sumber : http://www.glministry.com/?p=2474
Viewed : 374 Times |  |
|