Tuhan mengijinkan ujian hidup dan pergumulan datang dalam hidup kita untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya iman dan hati kita kepada Tuhan.
4/11/2009 8:43 AM
Di sebuah
negara bagian di Amerika Serikat, tinggallah sebuah keluarga imigran dari
Meksiko yang hidup dalam keadaan yang serba berkecukupan. Sekalipun mereka
imigran, mereka bisa diterima dengan baik di Amerika. Mereka bekerja dan
mereka telah memiliki usaha yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan
harian mereka sekeluarga. Mereka baru saja membangun sebuah rumah yang indah
bagi seluruh isi keluarga. Ketika hari Minggu tiba, mereka selalu datang ke
gereja. Setiap ada saat untuk bersaksi, mereka menyaksikan mengenai berkat
Tuhan yang mereka terima. Mereka benar-benar mengalami berkat Tuhan yang
sangat luar biasa. Suatu ketika, pada saat musim liburan tiba, mereka
putuskan untuk pulang ke negara asalnya untuk mengunjungi kerabat mereka.
Satu minggu mereka meningggalkan rumah mereka. Saat mereka kembali ke
Amerika Serikat, mereka benar-benar terkejut karena mereka menjumpai rumah
yang mereka bangun dengan usaha, doa, dan keringat mereka luluh lantak
dimakan api. Mereka hanya bisa melihat perabot mereka yang terbakar dan
reruntuhan. Harta benda mereka telah habis. Sang ayah, tulang punggung
keluarga ini menangis sedih melihat rumah mereka. Namun, seorang anak kecil
mendekatinya dan berkata, "Ayah, mengapa ayah termenung sedih, bukankah
Tuhan masih menyelamatkan kita?" Seketika ia melihat rumahnya, ia
sempat berpikir mengapa Tuhan membiarkan hal yang buruk menimpa hidupnya.
Suara anaknya menyentakkan ia dan lamunannya, seolah-olah ia mendengar suara
Tuhan sendiri. Ia menjadi sadar dan bersyukur kepada Tuhan bahwa ia
sekeluarga terluput dan bencana kebakaran itu, walaupun hartanya habis
musnah tapi jiwa mereka selamat.Di persekutuan minggu itu, ia masih bisa
bersaksi tentang kebaikan Tuhan dan tidak bersungut-sungut atas masalah yang
menimpanya. Ketika ia berjalan mendekati puing-puing bekas bangunan
rumahnya, tiba-tiba ia melihat ada cahaya berkilauan yang berasal dari tanah
itu. Setelah diselidiki ternyata itu biji emas yang meleleh terkena panasnya
api. Beberapa tahun kemudian keluarga ini berhasil membuka pertambangan emas
dan menjadi lebih diberkati dari sebelumnya.
Tuhan tidak
hanya ingin kita bersyukur pada saat kita diberkati saja. Namun, Tuhan pun
ingin, ketika masalah satang dalam hidup kita, kita juga tetap bersyukur dan
memiliki iman yang kuat. Tuhan mengijinkan ujian hidup dan pergumulan datang
dalam hidup kita untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya iman dan hati kita
kepada Tuhan. Mudah untuk terus bersyukur pada saat keadaan baik. Namun,
hati yang murni dihadapan Tuhan hanya bisa terlihat pada saat masalah
datang. Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan. IA selalu memberikan
kebaikan dibalik ujian hidup yang kita alami. Percayalah dan tetap miliki
iman yang teguh saat badai datang dalam hidup Anda.
Sumber : gbika.org
|